Ketika mendirikan perusahaan, ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Mulai dari menentukan bentuk badan usaha, membuat akta, mengurus NIB, sampai menentukan bidang kegiatan yang akan dijalankan. Di antara berbagai proses tersebut, ada satu hal yang sering dianggap sederhana, padahal dampaknya cukup besar terhadap legalitas bisnis, yaitu pemilihan KBLI.
KBLI atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia merupakan klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan kegiatan usaha berdasarkan jenis aktivitasnya. Dalam sistem OSS, pemilihan bidang usaha bukan sekadar memasukkan kode untuk melengkapi data perusahaan. KBLI berkaitan dengan ruang lingkup kegiatan usaha, tingkat risiko, serta perizinan yang perlu dipenuhi.
Saat ini OSS telah menggunakan KBLI 2025 dalam pencarian dan pengelompokan kegiatan usaha. Sistem OSS juga menghubungkan bidang usaha dengan tingkat risiko dan kewajiban perizinan yang harus dipenuhi. Artinya, salah memilih KBLI sejak awal dapat membuat perusahaan menghadapi persoalan ketika ingin mengurus izin, menjalankan kegiatan baru, atau mengembangkan bisnis. Lalu, apa saja dampaknya?
Apa Itu KBLI dan Mengapa Penting untuk Bisnis?
Secara sederhana, KBLI merupakan kode yang menggambarkan kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan. Misalnya, perusahaan bergerak di bidang perdagangan, industri, jasa konsultasi, konstruksi, transportasi, distribusi, atau bidang lainnya. Masing-masing kegiatan tersebut memiliki klasifikasi yang berbeda.
Yang perlu dipahami, memilih KBLI tidak cukup hanya dengan mencari nama kegiatan yang terdengar paling mirip dengan bisnis kamu. Setiap kode memiliki uraian dan ruang lingkup kegiatan masing-masing. Bahkan, dalam OSS, setiap KBLI dapat memiliki informasi mengenai tingkat risiko dan kewajiban perizinan yang berbeda. Pada beberapa KBLI, misalnya, terdapat PB UMKU atau perizinan berusaha untuk menunjang kegiatan usaha tertentu. Karena itu, pemilihan KBLI sebaiknya dilakukan berdasarkan aktivitas bisnis yang benar-benar dijalankan, bukan sekadar berdasarkan nama yang terlihat cocok.
1. Salah KBLI Bisa Membuat Kegiatan Usaha Tidak Sesuai Legalitas
Dampak pertama adalah adanya ketidaksesuaian antara kegiatan usaha yang sebenarnya dengan kegiatan yang tercatat secara resmi. Misalnya, sebuah perusahaan mendaftarkan kegiatan usaha sebagai perdagangan barang tertentu. Setelah bisnis berkembang, perusahaan mulai memberikan jasa tambahan yang sebenarnya memiliki klasifikasi kegiatan berbeda. Jika kegiatan tersebut tidak tercakup dalam KBLI yang dimiliki, maka terdapat ketidaksesuaian antara operasional perusahaan dan data legalitasnya.
Kondisi ini mungkin tidak langsung terasa ketika bisnis masih kecil. Namun, masalah dapat muncul ketika perusahaan membutuhkan dokumen tertentu atau harus menjalani proses verifikasi. Karena itu, jangan menganggap KBLI hanya sebagai kode administratif yang tidak berpengaruh terhadap kegiatan sehari-hari.
2. Bisa Berpengaruh terhadap Perizinan yang Dibutuhkan
Salah satu alasan mengapa pemilihan KBLI sangat penting adalah karena bidang usaha berkaitan dengan kebutuhan perizinan. Sistem perizinan berusaha saat ini menggunakan pendekatan berbasis risiko. PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko mengatur bahwa perizinan berusaha ditentukan berdasarkan analisis risiko dari setiap kegiatan usaha. Peraturan ini juga mencakup Perizinan Berusaha dan PB UMKU.
Artinya, dua perusahaan yang sama-sama memiliki NIB belum tentu memiliki kewajiban perizinan yang sama. Perbedaannya dapat berasal dari kegiatan usaha, tingkat risiko, skala usaha, serta sektor yang dijalankan. Inilah alasan mengapa pemilihan KBLI harus dilakukan secara tepat sejak awal.
3. Bisa Menghambat Pengurusan Izin Khusus
Beberapa bidang usaha membutuhkan izin khusus atau dokumen tambahan. Jika KBLI yang digunakan tidak sesuai dengan kegiatan yang sebenarnya, proses pengurusan izin tersebut dapat mengalami kendala.
Contohnya, pada sejumlah bidang usaha di OSS terdapat PB UMKU yang berkaitan dengan kegiatan tertentu. Salah satu contoh pada KBLI perdagangan besar minuman nonalkohol, sistem OSS mencantumkan berbagai perizinan penunjang seperti izin edar pangan olahan dan beberapa sertifikasi terkait.
Ini menunjukkan bahwa satu pilihan bidang usaha dapat berkaitan dengan sejumlah kewajiban tambahan. Jadi, sebelum mengurus izin khusus, pastikan terlebih dahulu bahwa KBLI perusahaan memang sesuai dengan aktivitas yang akan dijalankan.
4. Bisa Menyulitkan Saat Bisnis Ingin Berkembang
Bisnis jarang berhenti pada kondisi yang sama. Perusahaan yang awalnya hanya menjual satu jenis produk bisa saja menambah produk lain. Bisnis jasa dapat menambahkan layanan baru. Perusahaan perdagangan dapat berkembang ke distribusi atau kegiatan lain.
Masalahnya muncul ketika ekspansi tersebut tidak diikuti dengan evaluasi KBLI. Akibatnya, ketika perusahaan ingin mengurus legalitas untuk kegiatan baru, data yang sudah ada perlu disesuaikan terlebih dahulu.
Ini tentu dapat menambah proses administrasi dan waktu yang dibutuhkan. Karena itu, pemilihan KBLI sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan kegiatan bisnis hari ini, tetapi juga arah perkembangan usaha selama tetap sesuai dengan ruang lingkup klasifikasi yang berlaku.
5. Bisa Menjadi Kendala Saat Mengikuti Tender
Ketika perusahaan mulai membidik proyek yang lebih besar, aspek legalitas biasanya menjadi semakin penting. Calon mitra atau penyelenggara tender dapat meminta dokumen perusahaan untuk memastikan bahwa kegiatan usaha yang ditawarkan memang sesuai dengan legalitas perusahaan.
Bayangkan perusahaan mendapatkan peluang proyek yang sangat sesuai dengan kemampuan bisnisnya, tetapi saat dokumen diperiksa ternyata bidang usaha yang tercantum tidak sesuai. Peluang tersebut berpotensi tertunda atau bahkan tidak dapat dilanjutkan apabila persyaratan administrasinya tidak terpenuhi. Karena itu, perusahaan yang ingin berkembang sebaiknya mulai memandang KBLI sebagai bagian dari strategi legalitas, bukan hanya persyaratan pendirian usaha.
6. Bisa Menghambat Kerja Sama dengan Perusahaan Besar
Perusahaan besar umumnya memiliki proses verifikasi sebelum bekerja sama dengan vendor atau supplier. Legalitas menjadi salah satu bagian yang dapat diperiksa. Mereka ingin memastikan bahwa calon mitra memiliki badan usaha yang jelas, kegiatan usaha yang sesuai, dan dokumen perizinan yang relevan.
Jika KBLI tidak sesuai dengan layanan atau produk yang ditawarkan kepada calon klien, perusahaan dapat diminta melakukan penyesuaian terlebih dahulu. Bagi bisnis yang sedang mengejar kontrak besar, proses tambahan seperti ini tentu dapat memperlambat proses kerja sama.
7. Salah Memilih KBLI Bisa Membuat Perusahaan Salah Memahami Kewajibannya
Ini merupakan dampak yang sering tidak disadari. Ketika perusahaan menggunakan KBLI tertentu, pemilik usaha mungkin mengira bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan sudah termasuk dalam bidang tersebut. Padahal, setiap kode memiliki uraian dan batasan ruang lingkupnya.
Sebagai contoh, halaman detail KBLI di OSS menyediakan uraian kegiatan dan struktur klasifikasi sehingga pelaku usaha dapat memahami aktivitas yang termasuk di dalam kode tersebut. Karena itu, jangan hanya melihat judul KBLI. Baca juga uraian kegiatan dan perizinan yang terkait.
Jangan Memilih KBLI Hanya Berdasarkan Nama yang Mirip
Ini salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi. Ada beberapa kegiatan usaha yang namanya terlihat serupa, tetapi ruang lingkupnya berbeda. Jika pemilik usaha hanya membaca judul kode tanpa memeriksa penjelasannya, risiko salah pilih menjadi lebih besar.
Cara yang lebih aman adalah:
- Identifikasi kegiatan usaha utama.
- Tulis seluruh aktivitas yang benar-benar dilakukan.
- Cari beberapa pilihan KBLI yang relevan.
- Baca uraian masing-masing KBLI.
- Periksa ruang lingkup kegiatannya.
- Lihat tingkat risiko dan kewajiban perizinannya.
- Pastikan kode tersebut sesuai dengan kegiatan yang akan dijalankan.
OSS menyediakan fitur pencarian KBLI berdasarkan kode, judul, maupun uraian kegiatan.
Bagaimana Jika KBLI yang Dipilih Ternyata Salah?
Tidak perlu langsung panik. Apabila setelah melakukan evaluasi ternyata KBLI perusahaan tidak sesuai, langkah yang perlu dilakukan adalah memeriksa jenis ketidaksesuaiannya dan menentukan penyesuaian yang diperlukan.
Dalam kondisi tertentu, perusahaan dapat membutuhkan perubahan atau penambahan bidang usaha beserta penyesuaian dokumen dan perizinan terkait. Yang penting, jangan membiarkan ketidaksesuaian tersebut terlalu lama, terutama jika perusahaan sudah menjalankan kegiatan yang berbeda dari legalitasnya. Semakin cepat masalah diketahui, semakin mudah perusahaan menentukan langkah perbaikannya.
Kapan Perusahaan Perlu Mengecek Kembali KBLI?
Pemeriksaan KBLI sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika perusahaan pertama kali berdiri. Evaluasi kembali apabila:
- Menambah produk atau jasa.
- Mengubah model bisnis.
- Membuka cabang.
- Menambah aktivitas operasional.
- Mengurus izin khusus.
- Akan mengikuti tender.
- Akan bekerja sama dengan perusahaan besar.
- Melakukan ekspansi ke bidang usaha baru.
- Menemukan adanya perubahan klasifikasi usaha.
Terlebih dengan adanya KBLI 2025, perusahaan yang masih menggunakan data atau klasifikasi lama sebaiknya memastikan kembali kesesuaiannya dengan sistem dan ketentuan yang berlaku. OSS saat ini menampilkan pencarian dengan versi KBLI 2025.
Tips Memilih KBLI agar Tidak Menjadi Masalah di Kemudian Hari
Agar tidak salah langkah, ada beberapa hal yang dapat dilakukan pelaku usaha.
Pahami Bisnis Secara Detail
Jangan hanya menjelaskan bisnis sebagai "perdagangan" atau "jasa". Identifikasi produk, layanan, proses, dan aktivitas yang benar-benar dilakukan.
Jangan Mengikuti KBLI Perusahaan Lain Mentah-Mentah
Bisnis yang terlihat serupa belum tentu memiliki kegiatan usaha yang identik. KBLI perusahaan lain sebaiknya tidak dijadikan patokan utama.
Periksa Ketentuan Perizinannya
Setelah menemukan kode yang sesuai, lihat juga perizinan apa yang muncul pada sistem OSS.
Pertimbangkan Perkembangan Bisnis
Jika perusahaan memiliki rencana ekspansi, pastikan struktur kegiatan usahanya dipersiapkan dengan baik sejak awal.
Konsultasikan Jika Masih Ragu
KBLI berkaitan dengan legalitas dan perizinan, sehingga kesalahan kecil dapat memberikan efek berantai. Jika masih ragu, lebih baik melakukan konsultasi sebelum menetapkan kode.
Kesimpulan
KBLI bukan sekadar angka yang dimasukkan ketika membuat legalitas perusahaan. Kode tersebut menggambarkan kegiatan usaha dan dapat berhubungan dengan tingkat risiko serta kewajiban perizinan yang harus dipenuhi. Salah memilih KBLI dapat menyebabkan kegiatan usaha tidak sesuai dengan legalitas, menghambat pengurusan izin khusus, menyulitkan ekspansi, hingga menjadi kendala ketika perusahaan ingin mengikuti tender atau menjalin kerja sama dengan perusahaan besar.
Karena itu, jangan memilih KBLI hanya karena namanya terlihat paling mirip. Pastikan kode yang digunakan benar-benar sesuai dengan kegiatan usaha, pahami ruang lingkupnya, dan periksa perizinan yang terkait melalui sistem OSS.
Jika kamu masih bingung menentukan KBLI yang tepat atau ingin mengecek apakah KBLI perusahaan sudah sesuai dengan kegiatan usaha saat ini, Dokter Legal siap membantu. Mulai dari konsultasi KBLI, perubahan dan penyesuaian data perusahaan, NIB, hingga pengurusan izin usaha dan izin khusus, proses legalitas dapat dipersiapkan sesuai kebutuhan bisnis kamu. Dengan KBLI yang tepat, legalitas bisnis bukan hanya lebih tertata, tetapi juga menjadi fondasi yang lebih siap untuk membawa usaha menuju tahap berikutnya.
