Mendapat kesempatan kerja sama dengan perusahaan besar tentu menjadi peluang yang menarik bagi banyak pelaku usaha. Selain bisa membuka pasar yang lebih luas, kerja sama tersebut juga dapat membantu bisnis membangun jaringan dan meningkatkan kepercayaan dari calon pelanggan maupun mitra lainnya.
Namun, sebelum mengajukan kerja sama, jangan hanya fokus menyiapkan proposal bisnis yang terlihat menarik. Perusahaan besar biasanya juga perlu memastikan bahwa calon mitranya memiliki bisnis yang jelas, legal, dan mampu memenuhi berbagai persyaratan kerja sama.
Proposal yang bagus memang penting, tetapi bukan satu-satunya hal yang perlu dipersiapkan. Ada beberapa aspek lain yang sebaiknya kamu cek terlebih dahulu agar bisnis lebih siap ketika harus berhadapan dengan calon partner berskala besar.
Pastikan Legalitas Bisnis Sudah Jelas
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah legalitas usaha. Perusahaan besar tentu tidak ingin menjalin kerja sama dengan bisnis yang status dan dokumennya tidak jelas.
Salah satu dokumen dasar yang perlu dimiliki adalah Nomor Induk Berusaha (NIB). NIB menjadi identitas pelaku usaha dan diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Namun, memiliki NIB saja belum tentu berarti seluruh kebutuhan legalitas bisnis sudah selesai. Jenis kegiatan usaha yang dijalankan dapat menentukan apakah ada perizinan atau persyaratan lain yang perlu dipenuhi.
Misalnya, bisnis yang bergerak di bidang tertentu bisa membutuhkan izin usaha atau izin khusus sesuai kegiatan yang dijalankan. Karena itu, sebelum menawarkan kerja sama, pastikan kegiatan usaha yang tercantum sudah sesuai dengan aktivitas bisnis yang sebenarnya.
Cek Kesesuaian KBLI dengan Kegiatan Usaha
Selain NIB, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau KBLI juga perlu diperhatikan.
KBLI menggambarkan bidang kegiatan usaha yang dijalankan perusahaan. Jika bisnis kamu sudah berkembang dan mulai mengambil proyek atau menawarkan layanan baru, bisa saja bidang usaha yang tercantum sebelumnya belum mencakup kegiatan tersebut.
Hal ini penting ketika perusahaan besar melakukan proses verifikasi calon vendor atau partner. Data perusahaan yang tidak sesuai dengan kegiatan usaha dapat menimbulkan pertanyaan dan membuat proses kerja sama menjadi lebih panjang.
Jadi, jangan sampai proposal menawarkan berbagai layanan, tetapi data legalitas perusahaan justru belum mencerminkan kegiatan tersebut.
Siapkan Dokumen Perusahaan yang Dibutuhkan
Kerja sama dengan perusahaan besar biasanya tidak berhenti pada pengiriman proposal. Ada kemungkinan calon partner meminta berbagai dokumen perusahaan untuk proses administrasi dan verifikasi.
Dokumen yang diminta dapat berbeda tergantung jenis kerja sama. Beberapa di antaranya dapat berupa dokumen pendirian dan perubahan perusahaan, NIB, NPWP, data rekening perusahaan, dokumen perizinan, hingga dokumen pendukung lainnya.
Karena itu, sebaiknya kamu memiliki arsip dokumen perusahaan yang rapi dan mudah ditemukan. Jangan sampai ketika ada calon partner yang meminta dokumen tertentu, kamu justru harus mencari atau mengurusnya dari awal.
Perhatikan Persyaratan Khusus dari Calon Partner
Setiap perusahaan memiliki standar kerja sama yang berbeda. Ada perusahaan yang hanya membutuhkan dokumen administratif dasar, sementara perusahaan lainnya dapat memiliki persyaratan tambahan.
Bidang usaha juga sangat berpengaruh. Perusahaan yang bergerak di sektor tertentu dapat membutuhkan sertifikasi, izin khusus, atau dokumen pendukung tertentu dari calon mitranya.
Misalnya, apabila kamu ingin menjadi vendor untuk perusahaan yang memiliki persyaratan sertifikasi tertentu, maka sertifikasi tersebut dapat menjadi bagian dari proses kualifikasi vendor.
Artinya, sebelum mengirim proposal, jangan hanya memikirkan apa yang ingin kamu tawarkan. Cari tahu juga apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh bisnis kamu.
Proposal Tetap Penting, Tapi Harus Didukung Bisnis yang Siap
Proposal bisnis tetap menjadi bagian penting dalam proses menawarkan kerja sama. Melalui proposal, kamu dapat menjelaskan profil usaha, produk atau layanan, pengalaman, keunggulan, hingga bentuk kerja sama yang ditawarkan.
Namun, proposal sebaiknya menjadi bagian dari persiapan yang lebih besar.
Bayangkan kamu memiliki proposal yang sangat menarik, tetapi ketika calon partner meminta dokumen legalitas, ternyata ada data perusahaan yang belum diperbarui. Atau ketika diminta menunjukkan izin tertentu, dokumennya ternyata belum tersedia.
Situasi seperti ini dapat membuat proses kerja sama menjadi lebih rumit.
Karena itu, proposal sebaiknya berjalan beriringan dengan kesiapan administrasi dan legalitas bisnis.
Pastikan Data Perusahaan Selalu Terbaru
Hal lain yang sering terlupakan adalah memperbarui data perusahaan.
Bisnis bisa mengalami banyak perubahan seiring perkembangannya. Alamat usaha dapat berpindah, kegiatan usaha bertambah, struktur perusahaan berubah, atau terdapat perubahan informasi lainnya.
Jika data pada dokumen perusahaan masih menggunakan informasi lama, hal tersebut bisa menjadi kendala ketika masuk ke proses kerja sama dengan perusahaan besar.
Sebelum menawarkan kerja sama, lakukan pengecekan kembali terhadap data perusahaan. Pastikan informasi yang tercantum di berbagai dokumen sudah konsisten dan sesuai dengan kondisi bisnis saat ini.
Siapkan Bisnis untuk Proses Verifikasi
Perusahaan besar biasanya perlu mengenal calon partnernya sebelum kerja sama dilakukan. Karena itu, jangan kaget jika setelah proposal dikirim masih ada proses lanjutan seperti verifikasi dokumen, pengisian data vendor, pembahasan kontrak, hingga pengecekan kemampuan perusahaan.
Di tahap ini, kesiapan bisnis menjadi sangat penting.
Kamu perlu memastikan bahwa informasi mengenai perusahaan mudah dijelaskan, dokumen dapat disediakan ketika dibutuhkan, dan produk atau layanan yang ditawarkan memang sesuai dengan kapasitas bisnis.
Semakin rapi persiapannya, semakin mudah kamu menjawab kebutuhan administratif yang muncul selama proses kerja sama.
Jangan Menunggu Sampai Ada Calon Partner
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah baru mulai memeriksa legalitas setelah mendapatkan calon partner.
Padahal, proses pengurusan atau penyesuaian dokumen bisa membutuhkan waktu. Jika semuanya baru dilakukan ketika perusahaan besar sudah meminta dokumen, kesempatan untuk bergerak cepat bisa terhambat.
Lebih baik persiapkan legalitas dan administrasi sejak awal. Dengan begitu, ketika ada peluang kerja sama datang, kamu bisa lebih fokus pada pembahasan bisnis tanpa harus sibuk membereskan dokumen yang seharusnya sudah tersedia.
Kerja Sama Besar Dimulai dari Kesiapan Bisnis
Mendapatkan peluang kerja sama dengan perusahaan besar bukan hanya soal membuat proposal yang terlihat profesional. Di balik proposal tersebut, ada kesiapan bisnis yang juga perlu diperhatikan.
Mulai dari NIB, kesesuaian KBLI, izin usaha atau izin khusus sesuai kegiatan, dokumen perusahaan, hingga kelengkapan administrasi lainnya perlu disiapkan dengan baik.
Jadi, sebelum mengirim proposal ke perusahaan besar, coba cek kembali: apakah bisnis kamu sudah benar-benar siap jika calon partner meminta seluruh dokumennya?
Kalau masih ada legalitas yang belum lengkap atau data perusahaan yang perlu disesuaikan, sebaiknya bereskan terlebih dahulu. Dengan legalitas yang tertata dan dokumen yang siap, bisnis kamu akan lebih mudah mengikuti proses administrasi dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
